Selayang Pandang Pendidikan Teknologi Dasar ( PTD )


Apa itu Pendidikan Teknologi Dasar ( PTD )?

Basic Technology Education atau Pendidikan Dasar Teknologi merupakan materi pelajaran yang mengacu pada bidang IPTEK, dimana siswa diberi kesempatan untuk membahas dan mempelajari masalah teknologi di masyarakat, memahami dan menangani peralatan teknologi serta membuat produk teknologi sederhana melalui kegiatan merancang, membuat, menggunakan dan menganalisa dengan menggunakan metoda pemecahan masalah . Kompetensi-kompetensi seperti mampu memecahkan masalah, mampu berpikir alternatif dan mampu mengevaluasi sendiri hasil pekerjaannya, dapat dikembangkan melalui BTE. Artinya BTE dapat mempersiapkan peserta didik memiliki kemampuan khusus agar dapat bekerja mandiri dalam kebersamaan serta berhasil di masa depannya.

Create your own banner at mybannermaker.com!

*) Di sadur dengan perubahan seperlunya dari tulisan “Pengembangan Pendidikan Teknologi Dasar  ( PTD ) di SMP oleh Dr. Didi Teguh ChandraDalam

Di era globalisasi seperti sekarang ini, kita akan dihadapkan pada perubahan dan perkembangan IPTEK yang sangat cepat, demikian juga halnya dengan kebudayaan juga akan berkembang seiring dengan perkembangan IPTEK. Menghadapi keadaan ini masyarakat perlu diarahkan pada sikap “sadar teknologi” atau “melek teknologi”.
Oleh karena itu langkah yang paling baik adalah IPTEK perlu diperkenalkan secara dini melalui pendidikan formal. Sehingga sangat relevan jika Pendidikan Teknologi Dasar diperkenalkan di sekolah khususnya SLTP, karena para siswa-siswi kita adalah aset sember daya manusia di masa yang akan datang. Melalui kegiatan Pendidikan Teknologi Dasar para tamatannya dapat lebih menyadari masalah teknologi seperti mamapu menangani produk teknologi, mampu membuat produk teknologi sederhana serta dapat menyadari bahwa produk teknologi sangat erat erat kainnya dengan masyarakat. Selain itu para siswa-siswi memiliki motivasi yang kuat untuk mempelajari teknologi lebih lanjut, misal sampai perguruan tinggi.
Di negara-negara yang telah maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, Australia, Belgia dan sebagainya, pendidikan teknologi sudah diperkenalkan sejak akhir dasa warsa yang lalu dan saat ini telah dijadikan bagian dari kurikulum pokok pada sekolah dasar dan sekolah lanjutan, selain itu di Afrika Selatan sudah dipersiapkan kurikulum yang disebut “kurikulum Afrika Selatan menuju tahun 2005” dan memasukkan pendidikan teknologi sebagai mata pelajaran pokok.
Program  Pendidikan  Teknologi  Dasar  di  SMP  di  Indonesia dikembangkan sejak tahun 1997 dan sampai dengan tahun 2008 terdiri dari lima tahap pengembangan, yaitu:
Tahap Pertama.
Pada tahap  ini  program  Pendidikan  Teknologi  Dasar  (PTD) mulai    dikembangkan    di    Indonesia.    Pada    tahap    awal pengembangannya  dilakukan  di  Direktorat  Sekolah  Swasta bekerja   sama   dengan  Pemerintah  Belanda.  Sebagai  ujicoba dipilih 4 sekolah Swasta, yaitu: SMP Al-Kautsar Bandar Lampung, SMP Taruna Bakti Bandung, SMP Hang Tuah Makasar, dan SMP Santa Theresia Ambon.
Kajian yang  dilakukan  oleh  Pusat  Kurikulum  Belanda  (SLO) terhadap pelaksanaan program PTD di Indonesia menunjukkan hasil  yang  menggembirakan dengan  indikator antara lain sebagai berikut:
a.  Program  PTD  dapat  diterima  dengan  baik  di  sekolah- sekolah ujicoba.
b. Program  PTD  dapat  berjalan  dengan  baik  di  sekolah ujicoba, dalam arti pembelajaran program PTD berjalan sesuai dengan yang diprogramkan.
c.  Guru-guru PTD yang telah dilatih memiliki kemampuan yang cukup baik    dalam menerapkan   pembelajaran program PTD
d. Seluruh  stake holders di sekolah  ujicoba  program  PTD dapat menerima dan mengembangkan PTD.
Tahap Kedua
Berdasarkan  hasil  kajian  tersebut,  maka  pada  tahun  2000 program PTD dikembangkan pada 10 sekolah yang lain yang tersebar di  beberapa  provinsi.  Pada  pengembangan  program PTD  tahap  kedua  ini dilakukan  dengan  dana  rupiah  murni (APBN). Kajian   yang   dilakukan   oleh   Pemerintah   terhadap   sekolah ujicoba  tahap  pertama  dan  tahap  kedua  mmenujukkan  hasil yang memuaskan, anatar lain:
a.  Program  PTD  di  sekolah  ujicoba  tahap  pertama  masih berjalan dengan baik, dan sekolah ujicoba tahap kedua sangat antusias mengembangkan program PTD.
b. Seluruh  bantuan  kepada  sekolah  ujicoba  dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan program PTD.
c.  Kemampuan     guru-guru     PTD     dalam     mengelola pembelajaran cukup baik.
d. Sekolah dan seluruh stake holders merasakan manfaat dari program ini.
Tahap Ketiga
Tahap ketiga  merupakan  tahap  selanjutnya  pengembangan program PTD di  sekolah-sekolah  swasta, hal  ini  dilakukan berdasarkan hasil kajian dan analisis dua tahap sebelumnya. Tahap  ketiga dikembangan pada  tahun  2001,  pada  tahap pengembangan program PTD tahap ketiga ini dilakukan pada 15 sekolah yang lain yang tersebar di beberapa provinsi. Dari tiga tahap pengembangan program PTD maka terdapat 29 sekolah ujicoba program PTD. Hasil kajian terhadap 29 SMP ujicoba PTD dihasilkan informasi sebagai berikut:
a.  Seluruh sekolah (100%) masih menyelenggarakan program PTD dengan baik.
b. Manajemen sekolah, Yayasan, Orang tua siswa, dan siswa 100 %  mendukung  pelaksanaan  program PTD,  bahkan sangat mendukung pelaksanaan program ini di sekolahnya masing-masing.
c.  Atmosfer akademik sekolah meningkat secara signifikan. d.  Guru PTD memiliki kebanggaan sebagai guru PTD.
e.  Motivasi anak untuk belajar, khususnya belajar PTD cukup tinggi.
Tahap ke empat.
Kajian umum yang dilakukan terhadap ke 29 SMP ujicoba PTD pada awal tahun 2003 menujukkan hasil sebagai berikut:
a.  Beberapa sekolah, khususnya sekolah ujicoba PTD tahap-1 dan tahap-2 sudah tidak memperoleh bantuan dari Pemerintah Pusat,  tetapi pada sekolah-sekolah  tersebut 98 % masih menyelenggarakan program PTD dengan baik sesuai dengan program tujuan awal pengembangan program PTD.
b. Pada beberapa sekolah metodologi pembelajaran program PTD di sekolah ujicoba berimbas pada mata pelajaran lain.
c.   Peralatan  pendukung  program  PTD  masih  utuh,  layak digunakan untuk pembelajaran, bahkan beberapa sekolah menambah peralatan tersebut dengan swadaya.
d. Siswa sebagai pusat pembelajaran sangat senang belajar PTD.
Berdasarkan    hasil    kajian    tersebut    makan    Direktorat Pendidikan Lanjuta Pertama (Dit.  PLP) pada tahun  2003 mengembangkan  program  PTD  pada  10  SMP  Negeri  di beberapa provinsi, ini merupakan pertama kali program PTD di kembangkan di SMP negeri. Peluang Pendidikan Teknologi Dasar dalam Kurikulum SLTP Tahun 1994 ( Kurikulum Pendidikan Dasar 1994 ).
Peluang PTD dalam Kurikum Tingkat Satuan SMP
Dalam era globalisasi, yang seperti telah dicanangkan oleh Presiden terdahulu bahwa Indonesia tahun 2003 – 2010akan memasuki pasar bebas, diaman setiap orang dapat melakukan aktifitas di Indonesia dengan kompetisi objektif, tanpa melihat asal usul kewarga negaraannya, hal itu berarti siap tidak siap, suka tidak suka, mau tidak mau semua masyarakat Indonesia harus berhadapan dan terlibat langsung dengan perkembangan Ilmu Perngetahuan dan Tenologi ( IPTEK ) yang sangat pesat, bagaikan “Air Bah” yang dapat menerjang siapa saja. Kondisi terssebut dapat memberi peluang yang sanagt besar bagi kita, tetapi juga dapat menimbulkan tantangan yang besar pula. Hanya saja tantangan yang besar itu jangann sampai menjadi ancaman, karen kita bangsa Indonesia tidak mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.
Untuk mengantisipasi keadaaan itu, pemerintah sejak tahun 1984 telah wajib belajar sembilan tahun oleh presiden Soeharto waktu itu, sehingga pada tahun 2003 di harapkan masyarakat Indonesia serendah-rendahnya berpendidikan SLTP.Pada kondisi tersebut, merupakan tonggak yang amat kritis karena ke majuan negara sangat bergantung kepda kwalitas sumber daya manusianya agar kita dapat bersaing secara global dengan cara kompotitf atau kooperatif.
Selain itu masyarakat indonesia harus “melek teknologi” (sadar teknologi), sehingga wawasan IPTEK perlu diperkenalkan secara dini kepada para siswa-siswi kita. Persoalannya sekarang adalah, apakah sistimm pendidikan yang sudah ada sekarang memungkinkan dapat meningkatkan wawasan IPTEK siswa ?, Apakah masih ada peluang lain untuk meningkatkan wawasan IPTEK siswa ?.
Kita tinjau kurikulum tentang Pendidikan Dasar yang telah disiapkan oleh pemerintah, dalam buku kurikulum pendidikan tahun 1994 tentang Pendidikan Dasar, penyajian mata pelajaran dimaksudkan agar lulusannya memperoleh bekal kemampuan dasar untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi, warga negara dan anggota masyarakat serta mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan menengah (PP no 28 tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar). Selanjutnya dalam buku Kurikulum Pendidikan Dasar : Landasan, Program dan Pengembangan dijelaskan bahwa “Kurikulum di SLTP lebih menekankan pada kemampuan siswa untuk menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan lingkungan. Pengauasaan tersebut akan memudahkan siswa untuk mengembangkan kemampuannya secara bertahap seperti berpikir teratur, kritis dalam memecahkan masalah sederhana serta sanggup bersikap mandiri dalam kebersamnaan” makna dari ungkapan tersebut diatas, mengisaratkan bahwa peluang memperkenalkan wawasan IPTEK sudah tersirat dalam kurikulum tahun 1994 dan wawasan IPTEK sudah seharusnya mulai diperkenalkan sjak di SLTP.

Apa Pendidikan Teknologi Dasar itu ?

Pendidikan Teknologi Dasar menurut HJ. Grover dapat didefinisikan sebagai pendidikan untuk massa depan yang memberi anak-anak muda kesempatan untuk mempelajari berbagai jenis bahan, proses, produk industri dan permasalahan yang berhubungan dengan kehidupan dan pekerjaan dalam dunia teknologi (SLO, basic Technology Education, Nov. 1995). Definisi secara acurat sulit untuk diberikan karena teknologi berubah secara cepat.
Pendidikan Teknologi Dasar bertujuan memperkenalkan dan membiasakan para siswa-siswi terhadap dunia teknologi dengan aspek-aspek penting yang memungkinkan siswa dapat :
1. Mengembangkan berpikir kritis terhadap teknologi.
2. Mengembangkan kemampuan berpendapat tentang teknologi dan mampu menggambarkannya pada orang lain.
3. Mengidentifikasi dampak teknologi baik yang positif maupun yang negatif terhadap masyarakat dan lingkungan.
4. Memiliki wawasan dalam memilih profesi dalam bidang teknologi sehingga memiliki peran yang berarti di dalam masyarakat.
5. Memiliki motivasi untuk belajar lebih lanjut tentang teknologi.
6. Membiasakan diri bekerja sendiri dalam kebersamaan.
Teknologi bagi setiap anak dan masyarakat tidaklah sama, sebagai contoh anak yang berada di Jakarta mempunyai pandangan tentang teknologi yang sangat berbeda dengan anak yang berada di kota Menado, akan tetapi adan teknologi yang bersifat umum. Selain itu pada saat ini dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat anak akan mempunyai pandangan dasar tentang teknologi yang hampir sama dan menyadari bahwa teknologi berkembang sangat pesat. Dalam pendidikan teknologi dasar setiap siswa akan memperoleh pengetahuan dan pemahaman terhadap tiga pilar teknologi yaitu :
1. Penangan produk teknologi.
Para siswa dapat menggunakan produk teknologi secara tepat dan benar, baik berupa alat untuk memproduksi, maupun alat-alat ukur (instrumen), sehingga memberi kesempatan kepada para siswa untuk memahami kemampuan dan minatnya dalam bidang teknologi. Pada bagian ini para siswa belajar tentang teknologi dengan praktek dan praktikum dengan metoda pemecahan masalah dan pendekatan sistim.
2. Pembuatan produk teknik.
Para siswa diharapkan dapat menyadari bahwa teknologi sebagai suatu proses kegiatan yang dapat membuat sesuatu benda kerja yang dapat berfungsi dan bermanfaat baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.Dalam bagian ini para siswa belajar bagaimana membuat produk teknik atau benda kerja yang dapat berfungsi dengan cara terlibat selama proses pembuatannya dan menggunakan produk teknologi sebagai alatnya. Benda yang dibuat oleh siswa adalah benda yang dapat berfungsi karena benda yang berfungsi akan memberikan motivasi yang tinggi pada diri para siswa untuk belajar lebih lanjut. Pada bagian ini para siswa akan belajar teknologi dasar dengan metoda : alur produksi, kunjungan industri, pemecahan masalahdan pendekatan sistim.
3. Teknologi dan masyarakat.
Teknologi sebagai suatu alat untuk memecahkan permasalahan manusia. Disini terdapat hubungan yang erat antara teknologi dengan ilmu pengetahuan lain di dalam masyarakat. Pada bagian ini para siswa belajar dengan metoda kunjungan industri, pemecahan masalah, alur produksi dan bekerja tematis.
Berdasarkan ketiga pilar tersebut diatas materi umum pendidikan dasar teknologi dikembangkan, dengan koposisi sebagai berikut :
(a) Penanganan produk teknologi memerlukan waktu 30 %;
(b) Pembuatan produk teknologi, meerlukan waktu 35 %;
(c) Hubungan antara teknologi dengan masyarakat, memerlukan alokasi waktu 10 %.
Sedangkan waktu yang tersisa sekitar 25 % dicadangkan untuk diisi dengan teknologi yang sifatnya lokal atau sesuai dengan perkembangan teknologi yang yang ada didekat lingkungan para siswa.

3 Responses to Selayang Pandang Pendidikan Teknologi Dasar ( PTD )

  1. Ifan says:

    Maju terus PTD SMP 103 ku.. (Alumni 103 Tahun 2010)

  2. MENONE says:

    jaman sekarang teknologi emang ga bs lepas dr kehidupan manusia modern

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s